Minggu, 11 Maret 2012

Dunia Perbanka Tandai Perkembangan e-Business




     Kebutuhan menjalankan bisnis melalui elektronik (e-Business) di Indonesia mulai mengalami perkembangan pada tahun lalu yang ditandai dengan munculnya berbagai layanan elektronik di dunia perbankan.

Namun, ternyata belum ada angka yang pasti untuk mengukur seberapa jauh perkembangan e-Business di Indonesia hingga saat ini. Jika e-Business dilihat sebagai satu cara menjalankan bisnis melalui elektronik, ini sudah dimulai oleh dunia perbankan dalam negeri.

Sebagai contoh e-Business,  kini industri perbankan menyediakan berbagai layanan elektronik bagi pelanggannya. Misalnya, layanan phone banking, mobile banking, dan internet banking. Melalui layanan elektronik tersebut, nasabah dapat membayar rekening listrik, tagihan telepon, dan melakukan berbagai transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Sehingga mempermudahkan kita dalam bertransaksi.....benar gak??? Kalian pun pasti merasakan manfaat dari perkembangan sistem e-banking yang mengacu pada e-busnies

"perkembangan itu membuktikan bahwa pertumbuhan e-Business untuk Indonesia cukup baik jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu,"

 e-Business yang dilakukan perbankan kepada pelanggannya, umumnya ditujukan untuk memberikan kecepatan dan kualitas layanan yang lebih baik, tingkat response yang tinggi untuk menjawab kebutuhan. Sehingga, dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Keunggulan yang kompetitif ini sangat diperlukan oleh suatu perusahaan untuk bertahan atau meraih pasar di tengah ketatnya kompetisi.
Nahhh kita sebagai pelanggan pun makin di permudah dengan adanya e-Busnies ini, gak peduli se sibuk apapun kita,di manapun kita, kita masih bisa bertransaksi asal terkoneksi dengan internet.

ternyata Perusahaan juga akan membutuhkan keunggulan semacam itu di tengah kondisi perekonomian yang kurang menguntungkan. Dalam kondisi demikian, persaingan antarperusahaan semakin ketat. Sehingga, perusahaan lebih berpeluang untuk menjalankan e-Business.

 dalam kondisi perekonomian yang sulit, ada dua pilihan yang dapat dilakukan perusahaan untuk melakukan transformasi ke e-Business. Yakni, melakukan investasi untuk teknologi sesuai dengan fungsi bisnisnya dan melakukan outsourcing.

Untuk yang pertama,  investasi harus dimaanfaatkan untuk teknologi agar bersifat fleksibel, skalabel, dan dapat diandalkan (reliable). Contohnya, sebuah distributor kecil menemukan kerusakan pada PC desktop-nya, sehingga tidak lagi dapat mendukung lini produksi perusahaannya.

Sebagai bentuk investasi teknologi, distributor tersebut memilih melakukan up-grade teknologi dengan memilih sistem server yang dapat mengintegrasikan berbagai aplikasi dalam satu lingkungan. Dengan demikian, seluruh karyawan yang berasal dari berbagai unit dapat berbagi pesanan dan informasi pelanggan secara cepat. "Sehingga, dapat meningkatkan layanan."

Lebih lanjut dikatakan, hal lain yang dapat dilakukan sebuah perusahaan jika ingin melakukan e-Business tanpa perlu berinvestasi adalah dengan outsourcing. Perusahaan dapat memilih untuk mempercayakan seluruh atau sebagian dari pengoperasian dan pengelolaan infrastruktur TI mereka kepada vendor yang sudah mempunyai reputasi baik.

Dengan demikian, mereka akan dapat mengakses teknologi maju, mengatasi masalah kurangnya tenaga TI di perusahaan, meningkatkan efisiensi bisnis, meraih proyeksi penerimaan dan tetap kompetitif di pasar global.
Nahhh kan dengan adanya e-busnies itu semakin mempermudah kita dalam melakukan transaksi, yahh berharap saja semoga kemajuan e-busnies semakin memberikan dampak positif bagi berkembangnya dunia perbanka di negara ini,,,, heheh aminnnn ya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comentt yoooo